Kembali Diuji

Kembali Diuji.

Kembali Diuji

Oleh: Amru Lubis

Pagi itu
sungguh menyentakkan darahku
yang sedang asyik memotong rumput
meninggi di samping rumah
mengalir getaran kencang bagai aliran listrik
hingga membuatku terkesiap sambil begong
dua ekor kucing tersentak bubar
berhamburan berlainan arah
mencari tempat aman

Ibu Mertuaku yang duduk berjemur matahari
di kursi teras rumah pun berteriak kecil
sambil memanggil istriku
“Tet… suara apa itu”
Aku langsung bangkit
menyeruak masuk ke dalam rumah

Jerit ketakutan anakku terdengar
dari atas ranjang yang sedang tidur
sambil bermain tablet
‘Ayah….’ lalu menagis cemas
dan berteriak ….’gempa…….’

Dari dalam rumah
kusaksikan istriku berdiri tegak
sambil menjemur pakaian basah
untuk kemudian terpaku diam
tenang tak bergerak
hanya bisa terbengong
sambil memegang ember kosong

Ya….ini benar-benar gempa
bukan suara riuh beberapa ekor tikus
dari atap loteng yang sudah bolong
ku lihat air dalam ember kosong
ikut bergoyang menari riang

Rabu pagi 8 Juli 2015 pukul 07.38 WIB
Ramadhan ke 21 di tahun ini
Aceh kembali diguncang gempa 5,1 SR
meski tak ada tsunami
tapi membuat jantung berdetak cepat
karena beberapa hari ini
badai dan angin kencang terus menerjang

Tuhan
aku yakin ini ujian Mu
Kau kembali menasehati kami di Aceh
yang mungkin banyak salah dan dosa
yang sudah lupa sholat, puasa, membayar zakat
dan bahkan sengaja menelantarkan anak yatim
hingga sering memakan uang riba

Tuhan
Kau kembali menguji kami
di bulan yang magfirah ini
semoga kami tak lupa diri
hingga ajal datang menjemput.

Rabu 8 Juni 2015
=========================

Selamatkan Aceh dari Kehancuran Akibat Narkoba

f-3-BBN-LOGO-Indonesia Sehat Tanpa Narkoba
*Gerakan Rehabilitasi 100.000 Peyalahguna Narkoba

Oleh: Amru Lubis

Jumlah penyalahgunaan narkoba di Aceh sudah mencapai 1.300 orang. Semuanya saat ini sedang menjalani rehabilitasi di beberapa rumah sakit di Aceh. Hal itu dibenarkan Kepala BNN Aceh, Armensyah Thay saat mengikuti apel pagi yang diselegerakan Pemerintah Aceh, dalam bentuk aksi Gerakan Nasional Rehabilitasi 100.000 penyalahgunaan narkoba di depan kantor Gubernur Aceh, medio Senin (6/4/2015) lalu. Apel tersebut, dipimpin oleh Gubernur Aceh, Aceh Zaini Abdullah.
Armen mengatakan untuk saat ini sudah hampir seluruh rumah sakit di Aceh  memiliki fasilitas program rehabilitasi narkoba. Seperti di RSU Zainoel Abidin, RSUD Meuraxa Banda Aceh, RSUD Cut NYak Dihien Meulaboh, RSUD Tgk Chik Tiro Sigli dan beberapa kabupaten lainnya. Bahkan dalam deklarasi yang dihadiri Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kejati, Kepala BNN Provinsi Aceh dan Wali Nanggroe, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah meminta BNN Aceh untuk aktif menindak lanjuti instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang kebijakan dan strategi nasional pencegahan, pemberantasan, dan pengedaran gelap narkoba.
BNN Aceh sudah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit untuk memberikan program  rehabilitasi bagi korban penyalah gunaan Narkoba. Tak hanya di Banda Aceh  tapi juga di beberapa Kabupaten di Aceh. Hal itu dibenarkan Kepala BNN Aceh, Armensyah Thay.
Saat ini jumlah korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai 4,5 juta jiwa. Jumlah tersebut belum termasuk 1,2 juta jiwa dan 70 persen penghuni lapas yang perlu segera direhabilitasi.
Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan mendukung sepenuhnya pemulihan pengguna narkoba. “Saya berterimakasih kenapa Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, yang telah memprakarsai dan memfasilitasi  kegiatan ini. Mudah-mudahan deklarasi ini menjadi momentum bagi kita untuk lebih meningkatkan semangat pemberantasan narkoba di Aceh,” kata Zaini dalam pidatonya. (Rakyat Aceh, Selasa, 7 April 2015, halaman 1-7)/
Zaini menambahkan, bila tidak segera ditangani secara struktur, serius dan sistematis serta konfrehensif, narkoba akan menghancurkan seluruh sendi kehidupan masyarakat. Untuk itu Zaini menghimbau selain BNN, pihak masyarakat harus bersedia melibatkan diri dan ikut serta dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Saat ini, peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak hanya di kalangan dewasa saja. Bahkan sudah merambah kepada remaja dan anak anak. Oleh sebab itu perlu langkah bersama untuk menghentikan peredaran dan pemakaian narkoba.
f-3-BNN-Kapolda-Ganja
BNN Berdayakan 100 Ribu Pecandu Narkoba

Guna mendukung Gerakan Rehabilitai 100 Ribu Penyalahgunaan Narkoba, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Lhokseumawe, menggelar Seminar Pemberdayaan masyarakat di Aula SMK Negeri 2  Lhokseumawe, Rabu (29/04/2015).
Hal itu dibenarkan Kepala BNN Kota Lhokseumawe, Saiful Fadli. Pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi peredaran dan penyalahguna narkoba di lingkungan kerja. Tema yang diangkat dalam seminar itu, ” Bersama kita tingkatkan peran Instansi pemerintah dalam mendukung gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahguna Narkoba”. Kegiatan itu dihadiri peserta baik unsur BPJS, Dinas Syariat Islam , Dinsosnaker, Dinas Kesehatan, Disdikpora serta petugas pukesmas di wilayah Pemko Lhokseumawe.
Dalam paparannya Saiful, mengajak seluruh Instansi terkait agar ikut terlibat dalam upaya P4GN dan  mendukung gerakan rehabilitasi 100.000 ribu penyalahguna Narkoba.  Hal ini menurutnya dikarnakan perlu keterlibatan semua pihak untuk merubah pola pikir  masyarakat terhadap penyalahguna Narkoba .
Saiful Fadli punya gagasan jitu yakni rencana para PNS maupun Honorer di Kota Lhokseumawe dilakukan tes urine. Tujuannya, sebagai salah satu upaya pencegahan agar PNS bersih dari narkoba.
Sementara itu, Dr. Iskandar . S.Sos , Msi, bertindak sebagai nara sumber pada kegiatan seminar tersebut, memberikan apresiasi terhadap kegiatan seminar yang dilaksanakan oleh BNN Kota Lhokseumawe .
Dirinya juga menghimbau agar seluruh instansi menyamakan persepsi dalam rangka pencegahan penyalahguna Narkoba, baik itu terkait  jangan takut untuk melapor bila ada angota keluarga  dan teman-teman untuk direhabilitasi.
Di Kota Lhokseumawe katanya, sudah beroperasi panti rehabilitasi yaitu  Yayasan Tabina yang terletak di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe.

Tanaman Alternatif Pengganti Ganja

Tanaman alternatif, merupakan salah satu program pemberdayaan petani sebagai pengganti tanaman ganja. Demikian disampaikan, Direktur Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional (BNN), Dra.Sinta Dame Simanjuntak, MA
pada Pembekalan Petani Melalui Budidaya Tanaman Komoditi Alternatif di Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Selasa (19/5/2015).
Sinta Dame mengatakan, BNN akan terus membekali petani dan masyarakat pedesaan, terutama warga Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Hal tersebut dilakukan BNN untuk peduli menciptakan lingkungan pedesaan yang bebas dalam penanaman Ganja sekaligus memiliki ketrampilan budidaya tanaman alternatif seperti Kakao dan Kopi, sehingga petani dapat meningkatkan pendapatannya.
Sambil menunggu tanaman tersebut dapat dipanen pada 3-4 tahun ke depan, kepada petani diberikan memberikan tumpangsari cabe sebagai pendapatan mingguan. Sebab, tanaman cabe lebih cepat dipanen. Tanaman alternatif seperti ini juga pernah dilakukan di Kecamatan Montasik tahun 2013 lalu.
Masih dikatakan Sinta Dame, melalui pembekalan petani yang diikuti oleh 25 peserta ini juga diharapkan agar petani memahami makna penting hidup sehat dan sejahtera. Ini  sebagai modal utama pembangunan dan pemandirian masyarakat dalam pola tanam dan investasi.
Dengan ini diharapkan pada akhirnya petani dapat mandiri dalam usaha, bangga memiliki wilayah dan menabung atau investasi untuk masa depan keluargannya.
Dengan strategi-strategi pemberdayaan masyarakat ini, ujar Sinda dapat diwujudkan fasilitasi pembinaan wirausaha dan pemberdayaan alternatif budidaya tanaman kakao, kopi. Sehingga diharapkan terjadi perubahan mindset yang signifikan tentang pentingnya hidup sehat dan sejahtera itu.
Dikatakan Sinta, dari data yang diperoleh BNN Aceh dari Polda Aceh, sejak awal Mei 2015,  telah dilakukan penyitaan ladang ganja seluas 49,5 hektar. Penyitaan tersebut hasil laporan dari masyarakat dan partisipasi TNI terutama di Kabupaten Aceh Utara dan Gayo Lues. Meskipun hingga akhir tahun 2014 yang lalu total ladang ganja yang disita lebih kurang 28 hektar, namun baru 5 bulan berjalan sudah hampir dua kali lipat jumlahnya. Ini membuktikan tanaman  ganja masih produktif di Aceh.
f-3-BNN-Aceh-Tarian-1
Gelar Diskusi, Sosialisasi ke Beragam Instasi

1. Advokasi dan Terjunkan Tim ke Disperingkop

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, terus berupaya menggalakkan dan melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan masyarakat, termasuk pengawai negeri sipil. Hal itu dilakukan BBNP melalui sosialisasi, kampanye dan diskusi, terjun langsung tim  ke sejumlah kalangan masyarakat, baik itu warga sipil pengawai negeri. Juga untuk siswa baik SMA dan SMP. Yakni dengan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di lingkungan pekerja yang berada di Aceh, medio Selasa (19/5) lalu di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, BNNP kembali melahirkan kebijakan baru, untuk ditaati oleh pengawai negeri sipil yang berada di lingkungan ini, yakni agar mereka mampu menjaga diri dari bahaya narkoba. Tujuannya, sebut Kepala Bidang Pencegahan BNNP Aceh, Tarmizi SH, agar PNS mengerti bahaya narkoba tersebut.
Pada kegiatan FGD dijelaskan bahwa kejahatan narkoba merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan serius, maka perlu diketahuai oleh pengawai negeri sipil.
Adapun rumusan yang dikeluarkan BNNP Aceh diantaranya:
1. Melakukan tes urine secara berkala dan rasia untuk pegawai Disperindagkop.
2. Bila ditemukan penyalahguna narkoba oleh PNS, maka kontrak, bakti akan dilakukan pembimaan.
3. Ceramah agama tentang bahaya narkoba di mushalla.
4. Sosialisasi bahaya narkoba pada kegiatan aruisan dharma wanita.
5. Setiap penerimaan pegawai kontrak/bakti baru, harus melampirkan surat bebas  narkoba.
Maka lahirnya rumusan baru di dinas ini, diharapkan siap menindak tegas pengawainya selanjutnya menjauhi benda haram itu (narkoba).

2. Advokasi ke BPPD Aceh

Usai menurunkan tim ke Disperindagkok, BNNP Aceh masih punya segudang tugas lagi. Selanjutnya, pada Rabu (13/5/2015) lalu, sosialisasi bahaya narkoba dan cara mencegahnya di Aula Badan Pembinaan Pendidikan Aceh  (BPPDA). Pertemuan ini melibatkan sejumlah  pagawai dari intasi BPPDA dengan tujuan, agar mereka mejauhi dari narkoba, saat ini makin marak terjadi di Aceh.
Kasi Cegah BNNP Aceh, Tarmizi SH mengatakan, pada pertemuan tersebut melahirkan satu keputusan pada dinas tersebut, mensosialisasikan  tentang P4GN secara berkala enam bulan sekali. Kemudian, melakukan tes urine untuk pegawai secara berkala dan rahasia.
Ditambahnya lagi, kerjasama antara BNNP dan Dinas koperasi dan UKM Aceh untuk melalukan sosoialisasi tentang P4GN. Tujuannya merumuskan peraturan baru untuk pencegahan masuknya narkoba pada intasi pemerintah.
Guna mencegah para pegawai memakai narkoba, dipasang brosur, poster, spanduk di lingkungan kantor. Tapi nantinya bila terbukti dan kedapatan ada pegawai menggunakan narkoba, akan diberlakukan sanksi tegas dalam bentuk lisan maupun tulisan.

3. Advokasi ke BPPPA

BNNP Aceh juga melakukan Advokasi penyusunan dalam kebijakan P4GN melalui PGD  bahaya Narkoba di Badan Pemberdayaan Perempuan dan pelindungan Anak Aceh (BPPPA), medio Kamis (30/4/2015). Kegiatan ini ini gelar BNNP Aceh sama halnya pada Dinas Kesehatan Hewan Aceh telah melahirkan kebijakan bahwa pegawai yang dinas di kantor tersebut, dilaksanakan tes urine secara berkala dan pimpinan wajib memantau pengawainya secara berkala.
Kebijakan lainnya, tentang bahaya narkoba dan juga jenis narkoba, serta persoalan narkoba di Aceh. Hal itu dibenarkan Kasi Cegah BNNP Aceh, Tarmizi SH di Banda Aceh.
Menurutnya, kegiatan ini diselegarakan, Untuk mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan Pegawai Negeri Sipil serta mengetahuai ilmu terkait dengan pemahaman narkoba.
Acara tersebut berlangsung satu hari. Ini juga sebagai program advokasi dengan lembaga pemerintahan dalam penyusunan kebijakan P4GN supaya pengawa negeri mengetahui bahaya narkoba, untuk kesehatan dirinya.
Diskusi tersebut, diikuti segenap pengawai dilingkungan kantor tersebut, dalam hal ini mereka sadar menyelamatkan diri dari bahaya narkorba, saat ini Aceh narurat narkoba.

4. Tes Urine di Dishubkomintel

Advokasi penyusunan dalam kebijakan P4GN melalui PGD yang digelar oleh BNNP Aceh pada Dinas Perhubungan, Komunikasi, informatika dan Telematika (Hubkmintel) Aceh telah melahirkan  kebijakan penagawai yang dinas disana dilaksanakan tes urine secara berkala.
Menurutnya, kegiatan ini diselegarakan, Untuk mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan PNS. Tujuannya, sebagai program advokasi dengan lembaga pemerintahan dalam penyusunan kebijakan P4GN supaya pengawa negeri mengetahui bahaya narkoba, untuk kesehatan dirinya.
Acara diskusi tersebut, diikuti segenap pengawai dilingkungan kantor tersebut, dalam hal ini mereka sadar menyelamatkan diri dari bahaya narkorba, saat ini Aceh narurat narkoba.
Pihaknya memberikan pemahaman kepada pengawai di kantor tersebut, diharapkan dapat menjadi salah satu cara agar mereka tau seperti narkoba dan bahayanya.
f-3-BNN-Bakar Ganja-Hendri-1
5. Are Kantor Bebas Asap Rokok dan Narkoba

Advokasi penyusunan dalam kebijakan P4GN melalui PGD yang digelar oleh BNNP Aceh pada Dinas Tenaga Kerja dan Mobllitas Penduduk Aceh telah melahirkan rumusan kebijakan baru, yakni area kantor bebas asap rokok dan Narkoba.
Selain itu kebijakan yang lahir pada dinas tersebut yang wajib dijalankan, yakni sosialisasi bahaya narkoba oleh BNNP Aceh pada acara apel arisan ibu darma wanita tiga bulan sekali.
Kepala Bidang Pencegahan BNP Aceh , Majidah SE menegaskan, kegiatan ini diselegarakan, Untuk mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan PNS. Ini juga sebagai program advokasi dengan lembaga pemerintahan dalam penyusunan kebijakan P4GN supaya pengawa negeri mengetahui bahaya narkoba, untuk kesehatan dirinya.
Diskusi itu diikuti segenap pengawai dilingkuangan Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, dalam hal ini mereka sadar menyelamatkan diri dari bahaya narkorba, saat ini Aceh narurat narkoba. Pihaknya meberikan pemahaman kepada pengawai disini. Dengan ini juga kami harapkan dapat menjadi salah satu cara agar mereka tau seperti narkoba dan bahayanya. Tampil sebagai pemateri, Kepala BNNP Aceh, Kombes Pol Drs. Armensyah Thay dan sekretaris Mobduk Aceh Rusdy serta kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobllitas Penduduk  Aceh.
Dan masih banyak lagi advokasi lainnya yang sudah dibuat dan perbuat oleh BNNP Aceh demia mencegah peredaran narkoba di Aceh. Sekaligus ‘membersihkan’ Aceh dari narkoba. Upaya dan kerja keras yang sudah dilakukan BNNP, serta instasi pendukung lainnya, diharapkan kiranya lamgsung bisa diamalkan oleh masyarakat Aceh pada umumnya. Serta kalangan generasi muda umumnya. Sehingga cita-cita untuk menghindarkan Aceh dari predikat ‘Aceh Darurat Narkoba’ segera terwujud. Dan masyarakat Aceh dinyatakan bebas narkoba. Semua ini terpulang kepada masyarakatnya atau individunya. (amru lubis)  

Andai Bisa Terbang Gratis, Aku Akan Menemuinya

f-31-5-LOGO BLOG-Tiket Gratis Traveloka
Oleh: Amru Lubis   

Pesan orang tua kita dahulu bila kita rindu terhadap seseorang, khususnya keluarga dekat, jawabannya hanya satu, yakni bertemu langsung (tatap muka, berjabat tangan atau berpelukan) dengan orang yang kita rindukan tersebut. Meski saaat ini kecanggihan teknologi dan komunikasi, tapi tetap saja tak bisa mengalahkan yang namanya ketemu langsung. Apalagi yang mau kita temui itu, adalah orang yang paling spesial dan sangat berarti dalam hidup dan kehidupan kita. Semakin banyak kenangan kita terhadap orang lain, semakin besar kita merindukannya.
Makanya, saya selalu merindukannya, karena sudah tiga tahun tidak berjumpa. Orang itu terlalu banyak meninggalkan kenangan dalam kehidupanku.

Orang yang ingin aku temui

Mutia Farida namanya yang sekarang menetap di Jakarta. Awalnya kami berdua tinggal di di Banda Aceh masih satu kota denganku. Hingga hingga akhirnya, Mutia Farida berangkat ke Jakarta karena diterima di salah satu perusahaan jasa asuransi di Jakarta hingga sekarang ini.

Mutia bagiku, bukan hanya sekedar sahabat. Tapi kami berdua sudah semakin dekat kayak lepat dengan inti dan kulitnya. Apalagi sebentar lagi, saya akan melamar Mutia untuk dijadikan istri dan ibu dari anak-anak saya nantinya. Itulah alasan mengapa saya ingin sekali bertemu dengan Mutia Farida, jika bisa terbang gratis menuju Jakarta.

Yang ingin kulakukan bersamanya

Kemarin saya bermimpi terbang tinggi dan bertemu langsung dengan Mutia Farida di Jakarta. Yang saya bayangkan bila jika bertemua yakni keliling Jakarta. Belanja di Mall Kelapa Gading dan mall lainnya di Jakarta, rekreasi di Ancol, menimati ragam permainan air di Duffan dan malamnya bersenang-senang sambil ditemani musik, atau karaoke bersama. Kemudian makan sepuasnya di beberapa restoran terkenal di Jakarta.

Itinerary perjalanan

Saya berencana akan memanfaatkan libur Selasa 2 Juni 2015 nanti untuk pergi menemui Mutia Farida. Dan melakukan perjalanan dari Banda Aceh singgah ke Medan menuju Bandara Kuala Namu, baru melanjutkan perjalanan ke Jakarta, saya percayakan pada Citilink.

Mengapa pilih Citilink?

Karena sudah beberapa kali perjalanan via dara saya menikmatinya dengan terbang bersama Citilink. Bahkan rute penerbangan dari Kuala Namu ke Jakarta dengan pesawat Citilink sudah berkali-kali saya nikmati. Bahkan saya nilai, Citilink sebagai maskapai bertarif murah, selalu tepat waktu. Kalaupun delay sangat peduli dengan pelanggan yaki memberikan snack box berupa roti atau nasi kotak.

Selain itu, para awak kabin seperti pramugari Citilink cantik-cantik, muda dan pakainnya masih tergolong sopan, murah senyum. Bahkan mau diajak dialog dan suka menegur penumpang selama dalam perjalanan. Bahkan saat kita mau naik ke pesawat tepat di pintu masuk selalu menyambut dengan ramah. Bahkan menuntun kita hingga ke menemui seat (bangku). Saya jadi senang dengan pelayanan maksimal yang diberikan pada awak kabin Citilink.

Berikut adalah screenshot pemesanan Citilink Kuala Namu-Jakarta dari Traveloka App:

f-31-Amru-flight-1f-31-Amru-flight-2

Agar tidak merepotkan Mutia Farida dan juga memudahkan saya menuju berbagai tempat di Jakarta. Maka saya memesan kamar hotel Ibis Jakarta lewat Traveloka App juga.

f-31-Amru-hotel-1f-31-Amru-hotel-2

Mengapa pilih ibis Jakarta?

Saya pilih Hotel Ibis Jakarta karena harganya yang murah dan sangat terjangkau dompet saya. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan kota sehingga akan menghemat waktu untuk pergi ke berbagai tempat di Jakarta.

Kesan pakai Traveloka App

Saya pakai Traveloka App untuk pesan tiket pesawat dan hotel, karena prosesnya gampang. Desainnya juga cantik, apik serta menarik ditambah lagi sangat minimalis, sesuai dengan selera yang saya diinginkan. Kalau dibuat daftar, kesan positifnya sebagai berikut:

Desainnya minimalis sehingga mudah dimengerti.
Proses cari tiket dan hotelnya cepat dan gampang sekali.
Harga di Traveloka App ternyata lebih murah dibanding situsnya sendiri.
Langsung ada notifikasi bila sedang berlangsung promo tiket atau hotel yang sangat membantu. Makanya, pesan tiket dan hotel di Traveloka App, anda puas dan perjalanan liburan penuh makna dan menyenangkan. Traveloka App, solusi jitu, solusi cerdas menemani liburan saya, anda dan kita semua. @Traveloka#TiketGratisTraveloka
(amru lubis)